Langsung ke konten utama

 

Rabu malam, 6 Mei 2026, saya mengikuti resume ke-8 KBMN PGRI Gelombang 34 bersama narasumber hebat, MAYDEARLY, yang tampil bak bunga berkilau membawakan materi tentang seni merangkai kata dalam puisi. Acara dipandu dengan apik oleh moderator, Bunda Mutmainah, M.Pd., yang juga dikenal gemar berpuisi.

Salam literasi dari negeri antah berantah, tempat sinyal sering menghilang dan listrik pun kadang tak menyala. Namun, dengan semangat sekuat baja, saya tetap bertahan mengikuti materi luar biasa dari Bunda. Salam literasi. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Isi Materi

Diksi merupakan kemampuan memilih dan menggunakan kata secara tepat, indah, dan bermakna untuk menyampaikan gagasan, pikiran, maupun perasaan. Diksi bukan sekadar berbicara, melainkan seni merangkai kata agar pesan tersampaikan secara kuat, memikat, dan berkesan mendalam.

Syarat Pemilihan Diksi

Agar bahasa terdengar indah sekaligus efektif, pemilihan kata harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  1. Ketepatan (Akurasi)
    Kata yang digunakan harus sesuai dengan makna yang ingin disampaikan dan tidak menimbulkan makna ganda yang membingungkan. Misalnya, penggunaan kata “mati” berbeda nuansanya dengan “wafat”, begitu pula “cantik” dan “ayu”.
  2. Kesesuaian Konteks
    Pemilihan kata harus disesuaikan dengan situasi, lawan bicara, serta topik pembahasan. Penulis atau pembicara perlu memahami kapan menggunakan bahasa resmi, santai, maupun puitis.
  3. Keindahan (Estetika)
    Kata-kata yang dipilih hendaknya memiliki irama yang enak didengar serta mampu menghadirkan imaji yang kuat dalam benak pembaca atau pendengar.

Fungsi Diksi

Diksi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

  1. Memperjelas ide atau gagasan.
  2. Membangun citraan visual, auditori, maupun perasaan.
  3. Menimbulkan efek emosional, seperti sedih, haru, kagum, atau marah.
  4. Menunjukkan keluasan wawasan dan kecerdasan penulis atau pembicara.
  5. Mengungkapkan perasaan secara tepat dan mendalam.

Jenis-Jenis Makna Kata

Dalam seni berbahasa, penting memahami berbagai jenis makna kata, yaitu:

  • Makna Leksikal: makna asli sesuai kamus.
  • Makna Gramatikal: makna yang berubah karena imbuhan atau susunan kalimat.
  • Makna Konotatif: makna tambahan yang mengandung nilai rasa atau kiasan.
  • Makna Denotatif: makna sebenarnya atau makna lugas.

Tips Memilih Diksi yang Kuat dan Menarik

  • Hindari penggunaan kata yang monoton.
    Misalnya, kata “bagus” dapat diganti menjadi “memukau”, “megah”, atau “elok”.
    Kata “sedih” dapat diganti menjadi “pilu”, “merana”, atau “hancur luluh”.
    Kata “marah” dapat diganti menjadi “murka”, “berang”, atau “api berkobar”.
  • Gunakan majas atau gaya bahasa agar kalimat lebih hidup.
    Contoh:
    Kalimat biasa: “Wajahnya sangat cantik.”
    Kalimat puitis: “Wajahnya bagai purnama yang menerangi gelapnya malam.”
  • Perhatikan irama kalimat agar rangkaian kata terasa mengalir, tidak kaku, dan memiliki ritme yang indah.

Kesimpulan

Diksi adalah senjata paling ampuh bagi penulis maupun pembicara. Dengan pemilihan kata yang tepat, untaian bahasa sederhana dapat berubah menjadi kekuatan yang mampu menggugah perasaan, memengaruhi pikiran, bahkan mengubah dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 2020 TUNAS OPEN DAY DITIADAKAN KARENA PANDEMI COVID -19          Persiapan Tunas Open Day atau dikenal TOD tahun ini ditiadakan karena pandemi covid -19 namun tidak menyurutkan para staf pendidik dan tenaga kependidikan tuk tetap meraskan momen tahunan tersebut              Inilah tim squad SMP  Tunas Agro .dok 2020
  Judul                       : Menulis Dongeng dan Cerita Anak Narasumber            : Helwiyah, S.Pd, M.M. Moderator               : Dyah Kusumaningrum, M.Pd. Hari/Tanggal           : Rabu, 29 April 2026 Bapak/Ibu pasti sudah mengenal tokoh Kancil yang cerdik, bukan? Selain itu, tentu juga sudah sering mendengar atau membaca dongeng dan cerita anak. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas cara menulis dongeng dan cerita anak bersama pakar kita, Bunda Helwiyah, S.Pd., M.M. Sebelum mulai menulis, kita perlu memahami dulu apa itu dongeng dan cerita anak, serta apa persamaan dan perbedaannya. Dongeng adalah cerita khayalan yang sudah ada sejak zaman dahulu dan diwariskan turun-temurun. Biasanya berisi hal-hal ajaib dan tokoh yang unik. Contohnya...

“Literasi bukan hanya soal membaca huruf, tetapi tentang memahami dengan hati dan berpikir dengan baik.”

  Narasumber : Bambang Purwanto,S.Kom.,Gr.,CPS.,C.Ed.,MEP Moderator : Aam Nurhasanah,S.Pd Waktu : Senin, 27 April 2026 Mode : Whatsapp Grup KBMN Gel.34 Pertemuan /Sesi : 4 “Literasi bukan hanya soal membaca huruf, tetapi tentang memahami dengan hati dan berpikir dengan baik.” TBM adalah Taman Bacaan Masyarakat. Narasumber kita, Mr. Bams, adalah seorang pegiat literasi yang mendirikan TBM sejak tahun 2011 hingga 2026 dengan nama TBM AS Lebak Wangi. AS merupakan singkatan dari Ayah Salwa, dan Lebak Wangi adalah nama daerah tempat TBM tersebut berada. Dengan niat yang tulus, serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi, Mr. Bams berhasil menciptakan inovasi berupa Rapor Literasi untuk siswa di SMP Taruna Bakti. Berkat usahanya, beliau mendapatkan penghargaan Sabilulungan Award pada tahun 2018 dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Mendirikan TBM bukan hal yang mudah. Dibutuhkan niat yang kuat serta perjuangan panjang, termasuk pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya. Perjalanan Mr. B...