Judul
: Menulis Dongeng dan Cerita Anak
Narasumber
: Helwiyah, S.Pd, M.M.
Moderator
: Dyah Kusumaningrum,
M.Pd.
Hari/Tanggal
: Rabu, 29 April 2026
Bapak/Ibu pasti sudah mengenal tokoh
Kancil yang cerdik, bukan? Selain itu, tentu juga sudah sering mendengar atau
membaca dongeng dan cerita anak. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas
cara menulis dongeng dan cerita anak bersama pakar kita, Bunda Helwiyah, S.Pd.,
M.M.
Sebelum mulai menulis, kita perlu
memahami dulu apa itu dongeng dan cerita anak, serta apa persamaan dan
perbedaannya.

Dongeng adalah cerita khayalan yang
sudah ada sejak zaman dahulu dan diwariskan turun-temurun. Biasanya berisi
hal-hal ajaib dan tokoh yang unik. Contohnya seperti Kancil dan Buaya atau
Bawang Merah dan Bawang Putih. Ciri-ciri dongeng antara lain: bersifat
imajinatif, ada tokoh hewan atau makhluk ajaib yang bisa berbicara, mengandung
pesan moral, berlatar di tempat seperti kerajaan atau hutan, serta bersifat
menghibur dan mendidik.
Sementara itu, cerita anak adalah
cerita yang dibuat khusus untuk anak-anak. Isinya dekat dengan kehidupan
sehari-hari anak dan mudah dipahami, misalnya cerita tentang persahabatan di
sekolah atau anak yang rajin menabung. Ciri-cirinya yaitu tokohnya dekat dengan
dunia anak, menggunakan bahasa sederhana, ceritanya menarik, mengandung nilai
pendidikan, dan biasanya berlatar di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.
Persamaan dongeng dan cerita anak
adalah sama-sama menghibur, mengandung pesan moral, menggunakan bahasa yang
mudah dipahami, dan cocok untuk anak-anak.
Membaca dongeng dan cerita anak memiliki
banyak manfaat, seperti menambah kosakata, melatih imajinasi, mengajarkan nilai
kebaikan, menambah pengetahuan, dan menumbuhkan minat baca.
Struktur cerita anak biasanya
terdiri dari:
- Pendahuluan (pengenalan tokoh dan latar)
- Konflik (masalah yang dihadapi tokoh)
- Klimaks (puncak masalah)
- Penyelesaian (masalah selesai, biasanya berakhir
bahagia)
- Pesan moral (pelajaran yang bisa diambil)
Agar cerita lebih hidup, ada
beberapa tips yang bisa digunakan, seperti memakai kata tiruan bunyi (misalnya
“prang” atau “kukuruyuk”), membuat dialog yang singkat, dan menambahkan gambar
agar cerita lebih menarik.
Kesimpulannya, dongeng adalah cerita
khayalan dari zaman dahulu yang mengandung pesan moral, sedangkan cerita anak
adalah cerita yang dibuat sesuai dengan kehidupan anak. Keduanya sama-sama
bermanfaat dan menyenangkan untuk dibaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar