Selasa, 28 April 2026

“Literasi bukan hanya soal membaca huruf, tetapi tentang memahami dengan hati dan berpikir dengan baik.”

 


Narasumber : Bambang Purwanto,S.Kom.,Gr.,CPS.,C.Ed.,MEP

Moderator : Aam Nurhasanah,S.Pd

Waktu : Senin, 27 April 2026

Mode : Whatsapp Grup KBMN Gel.34

Pertemuan /Sesi : 4


“Literasi bukan hanya soal membaca huruf, tetapi tentang memahami dengan hati dan berpikir dengan baik.”

TBM adalah Taman Bacaan Masyarakat. Narasumber kita, Mr. Bams, adalah seorang pegiat literasi yang mendirikan TBM sejak tahun 2011 hingga 2026 dengan nama TBM AS Lebak Wangi. AS merupakan singkatan dari Ayah Salwa, dan Lebak Wangi adalah nama daerah tempat TBM tersebut berada.

Dengan niat yang tulus, serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi, Mr. Bams berhasil menciptakan inovasi berupa Rapor Literasi untuk siswa di SMP Taruna Bakti. Berkat usahanya, beliau mendapatkan penghargaan Sabilulungan Award pada tahun 2018 dari Pemerintah Kabupaten Bandung.

Mendirikan TBM bukan hal yang mudah. Dibutuhkan niat yang kuat serta perjuangan panjang, termasuk pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya. Perjalanan Mr. Bams dari tahun 2011 hingga 2026 penuh tantangan dan pengorbanan.

Pada pertemuan ke-4, Mr. Bams membagikan cara sederhana untuk mendirikan TBM. Berikut enam langkahnya:

1. Mulai dengan niat yang kuat dan kesiapan untuk berjuang serta berkorban.

2. Diskusikan rencana dengan keluarga, seperti pasangan dan anak-anak.

3. Kumpulkan buku-buku yang ada di rumah.

4. Siapkan tempat untuk menyimpan buku, misalnya rak buku.

5. Minta izin kepada pengurus lingkungan (RT/RW), dimulai secara lisan lalu dilanjutkan dengan surat resmi.

6. Undang anak-anak untuk datang dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti menggambar, mewarnai, atau mendongeng—bukan langsung mengajak mereka membaca.

Setelah TBM berdiri, sebaiknya bergabung dengan Forum TBM, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Agar TBM tetap berjalan dengan baik:

· Dibutuhkan dedikasi dan komitmen yang tinggi.

· Pendanaan bisa berasal dari dana pribadi maupun bantuan donatur.

Agar TBM ramai dikunjungi anak-anak:

· Buat kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi mereka.

· Sediakan tidak hanya buku, tetapi juga permainan seperti puzzle, catur, atau congklak.

Rapor Literasi terdiri dari beberapa komponen:

· Poin literasi dari kegiatan harian yang dihitung setiap bulan dan dirata-rata per semester.

· Karya literasi yang dihasilkan.

· Jumlah buku yang dibaca dalam satu semester.

· Hasil pengukuran kecepatan dan efektivitas membaca.

TBM berada di bawah naungan Ditjen Vokasi Kemendikdasmen, dan dapat dikelola secara mandiri atau bekerja sama dengan PKBM maupun Balai Bahasa.

Penutup

Dari pengalaman panjang Mr. Bams, kita belajar bahwa membangun dan mengelola TBM membutuhkan niat kuat, perjuangan, dan pengorbanan, baik materi maupun nonmateri. Namun, ketulusan, loyalitas, dan dedikasi akan menghasilkan sesuatu yang berharga, seperti karya, penghargaan, dan manfaat bagi banyak orang.

Kecintaan terhadap literasi juga terbukti membawa kebaikan dan keberkahan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas

 

1 komentar:

“Literasi bukan hanya soal membaca huruf, tetapi tentang memahami dengan hati dan berpikir dengan baik.”

  Narasumber : Bambang Purwanto,S.Kom.,Gr.,CPS.,C.Ed.,MEP Moderator : Aam Nurhasanah,S.Pd Waktu : Senin, 27 April 2026 Mode : Whatsapp Grup ...